SISTEM PENYALEAN PISANG BERTINGKAT DENGAN MENGUNAKAN ENERGI BAHAN BIO-MASSA
Selamat datang di blog wins punakawan
Tampilkan postingan dengan label TEKNIK MESIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEKNIK MESIN. Tampilkan semua postingan
Kamis, 18 Oktober 2012
STUDI PENERAPAN TEKNIK STRUCTURE LIGHT SYSTEM
STUDI PENERAPAN TEKNIK STRUCTURE LIGHT SYSTEM PADA PEMINDAIAN BENDA TIGA DIMENSI
Label:
TEKNIK MESIN
RAPID PROTOTYPING BERBASIS FDM (FUSED DEPOSITION MODELING)
Label:
TEKNIK MESIN
Kamis, 15 Maret 2012
Desain mobil mainan dengan Solid Works
Berikut ini adalah contoh gambar mobil mainan dengan menggunakan Solidworks 2007
Gambar di atas terdiri dari beberapa Part yang dijadikan satu pada aplikasi Assembly di Solidworks 2007, dengan aplikasi Photoworks di solidworks kita bisa menambah berbagai hal seperti bahan material, warna, ruangan, pencahayaan dan lain-lain..
Buat anda yang tertarik pada halaman selanjutnya akan dijelaskan langkah-langkah pembuatan tiap Part…
Label:
ARTIKEL,
TEKNIK MESIN
Jumat, 29 Juli 2011
LANDASAN TEORI MESIN BUBUT
![]() |
A. Pengertian Mesin Bubut
Mesin bubut (turning machine) adalah mesin yg mempunyai gerak utama berputar dan berfungsi sebagai pengubah bentuk dan ukuran benda kerja dengan cara menyayat benda tersebut dengan suatu penyayat. Posisi benda kerja berputar sesuai dengan sumbu mesin dan pahat diam, bergerak ke kanan, ke kiri searah dengan sumbu mesin menyayat benda kerja.
Mesin ini pada operasionalnya mempunyai prinsip satu sumbu putar yang berfungsi untuk menyayat, membentuk, memotong sebagian benda kerja. Benda kerja yang akan dikerjakan, dijepit dengan menggunakan cekam yang terletak pada kepala tetap mesin bubut, kemudian cekam tersebut diputar gearbox yang suhubungkan dengan motor listrik, setelah benda kerja siap dan pahat bubut telah siap pada rumah pahat (kencang, center dengan sumbu mesin bubut), selanjutnya benda kerja disayat dengan pahat mesin bubut dan dikerjakan menurut gambar dan job description yang telah ditentukan.
B. Bagian-bagian Mesin Bubut
- Kepala Tetap
Kepala tetap adalah bagian mesin bubut yang terletak disebelah kiri mesin yang terdiri dari dua blok bantalan dengan peluncur yang dijadikan satu dan digunakan untuk menyangga sumbu utama. Di dalam kepala tetap, spindle utama terpasang pada bantalan, fungsinya untuk memindahkan putaran ke benda kerja, spindle harus terpasang kuat dan terbuat dari baja yang kuat, pada umumnya bagian dalam spindel dibuat berlubang. Biasanya kepala tetap ini dipasang suatu daftar kecepatan putar sehingga kita dapat dengan mudah mengatur kecepatan putar sesuai dengan yang dikehendaki. Pemindahan ini dilakukan pada waktu mesin berhenti. Sekali-kali tidak diperbolehkan mengubah kecepatan putaran selagi mesin sedang berjalan.\
- Kepala Lepas
Kepala lepas digunakan untuk mendukung kepala tetap dan kepala lepas ini dapat digerakan diatas landasan mesin sebagai penumpu dari benda kerja yang dikerjakan. Kepala lepas juga dipakai sebagai penyangga benda kerja yang panjang, mengebor dan meluasklan lubang (reamer), kepala lepas dilengkapi dengan kerucut morse, gunanya untuk memasang alat-alat yang akan dipasang pada kepala lepas seperti: bor, reamer, senter jalan dan lain-lain. Kepala lepas dapat diangkat dari alas mesin (bed) dan dapat dipasang terkunci dengan baut pengikat.
Bed Mesin (Alas)
Alas merupakan tumpuan agar tempat tumpuan gaya-gaya pemakanan pahat diwaktu membubut. Adapun kegunaan alas pada mesin bubut :
Tempat kedudukan kepala lepas
Tempat kedudukan eretan (support)
Tempat kedudukan penyangga (pembawa) diam.
Bentuk alas ini bermacam-macam. Ada yang datar, ada yang salah satu atau kedua sisinya mempunyai ketinggian dan lain-lain.
Bed mesin bubut disamping sebagai meja juga berfungsi sebagai pondasi atau alas mesin. Karena mesin bubut ini harus mampu menghasilkan pekerjaan dengan teliti serta harus mampu menahan beban yang berat (sebagai akibat pengerjaan pemotongan yang besar dan berat), maka bed ini konstruksinya harus kokoh, kuat, mampu mengimbangi beban dan keselurahan body mesin.
Suport mesin bubut
Digunakan untuk mengerakan hantaran pahat, sehingga untuk membuat suatu pekerjaan di buat dengan pahat yang di pasang pada rumah pahat dengan menjepit pahat.
Eretan
Eretan akan lebih membantu kita untuk membuat benda kerja yang silinder ataupun benda kerja yang akan ditirus karena eretan tersebut akan menggerakkan pahat bubut untuk melakukan penyayatan. Selain itu, eretan juga dapat membubut ulir pada benda kerja. Untuk melakukan pembubutan ulir maka pahat bbubut harus bergerak secara otomatis untuk menyayat benda kerja yang berputar secara teratur. Eretan terbagi atas 3 bagian, yaitu :
1. Eretan Atas
Eretan yang terletak pada bagian atas dengan gerakan samping kiri atau samping kanan dengan ketelitian penyayatan lebih kecil dan juga eretan dapat membuat sudut atau dapat berputar sebesar 360 derajat sesuai yang kita inginkan. Eretan atas tersebut terdapat pada tool post yang berfungsi untuk menyimpan pahat bubut.
2. Eretan Melintang
Eretan melintang bergerak dengan arah melintang yaitu arah depan dam belakang. Eretan ini dapat digerakkan secara otomatis ataupun secara manual. Pada eretan ini terdapat ukuran sehingga dpat mengatur tebal pemakanan pada pahat bubut.
3. Eretan bawah
Eretan ini bergerak dari kanan ke kiri dengan ketelitian penyayatan lebih besar dibandinggkan eretan atas. Eretan ini dapat juga digerakkan secara otomatis dan juga secara manual.
C. Perlengkapan Mesin Bubut
- Cekam
Cekam adalah bagian dari mesin bubut yang berfungsi untuk mengikat benda kerja pada saat membubut.
1. Cekam dengan tiga rahang
Cekam ini bentuknya bundar dan mempunyai 3 rahang jepit, ketiga rahang tersebut dapat bergerak secara otomatis atau memusat sendiri apabila kunci cak diputar sehingga dapat menjepit benda kerja dengan cepat. Cekam ini untuk menjepit benda kerja yang sudah bulat, benda terbentuk segitiga, benda kerja segienam, benda kerja berbentuk segisembilan.
2. Cekam dengan empat rahang
Keempat rahang cekam ini masing-masing dapat bergerak secara bebas jika kunci cak diputar. Kegunaan cekam ini untuk mencekam benda kerja yang tidak silinder atau yang bentuknya tidak beraturan. Bagian luar rahang tersebut baik pada cekam rahang tiga maupun rahang empat dapat dipakai untuk menjepit benda keja bagian dalam.
3. Cekam rata
Cekam ini berbentuk pipih bulat dan terdapat banyak lubang atau alur. Guna cekam ini untuk mencekam benda kerja yang sukar dicekam dengan cekam rahang tiga atau empat. Alur-alur ini gunanya untuk tempat kedudukan baut pengikat.
- Center Putar
Center putar pada mesin bubut digunakn untuk menunjang pekerjaan pembuatan shaft apda masing-masing ujungnya sehingga akan menghasilkan suatu putaran yang kokoh. Biasanya putaran tersebut tetap dan sangat mendukung benda kerja tersebut tidak bergerak.
1. Cara membuat lubang center
Lubang center yang akan dibuat ini sebagai tempat kedudukan center bubut untuk memikul benda kerja tersebut. Benda kerja yang akan dibuat lubang center terlebih dahulu dibubut rata lalu bor center dipasang pada poros kepala lepas kemudian mesin dijalankan.
Untuk selanjutnya kepala lepas didekatkan pada benda kerja yang telah berputar lalu pemutar pada kepala lepas diputar sehingga mata bor center akan melakukan pemakanan. Mata bor center tersebut harus melakukan pemakanan yang sedikit dan tidak terlalu dalam.
2. Macam-macam center
a. Center datar
Center dapat digunakan pada benda kerja yang berporos datar baik pada kepala ataupun pada ujung bubutan.
b. Center runcing tersisipkan (Centre Carbode)
Center ini dibuat dari baja lunak dengan uj8ung runcing sispan karbid atau baja untuk kecepatan tinggi.
c. Center Berputar
Pada center ini dapat mengurangi tekanan-tekanan yang besar akibat dari pembubbutan berat dengan kecepatan-kecepatan putar yang tinggi.
- Pahat Bubut
1. Rumah Pahat (Tool Post)
Rumah pahat berfungsi untuk menjepit pahat bubut, bentuknya bermacam-macam dan terletak pada eretan atas.
- Macam-macam pahat berdasarkan kegunaanya pada benda kerja sebagai berikut :
1. Pahat Rata
Guna pahat rata ini adalah untuk membubut ujung permukaan benda kerja sehingga rata.
2. Pahat Muka
Pahat ini berguna untuk membubut ujung permukaan benda kerja sehingga rata.
3. Pahat Alur
Pahat alur ini mempunyai kegunaan untuk membuat alur pada benda kerja.
3. Pahat Ulir
Pahat ini gunanya untuk membubut ulir pada benda kerja
Label:
ARTIKEL,
TEKNIK MESIN
Gambar, Pengertian dan Informasi Tentang "Mesin Bubut"
Mesin Bubut (Lathe machine) adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Gerak utama pada mesin bubut yaitu gerakan yang berputar. Mesin bubut merupakan mesin perkakas yang penting dan bisa dijadikan mesin bubut CNC (Computer Numerical Control).
Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan.
Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.Mesin bubut juga beraneka ragam.
Jenis-jenis Mesin Bubut:
1. Mesin Bubut Universal
2. Mesin Bubut Khusus
3. Mesin Bubut Konvensional
4. Mesin Bubut dengan Komputer (CNC)
Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir. (
Label:
ARTIKEL,
TEKNIK MESIN
Rabu, 27 Juli 2011
Mesin Freis Tangan
Mesin Freis Tangan
Teknologi tepat guna yang dikembangkan oleh Aan merupakan hasil dari Tugas Akhirnya. Mesin Freis Tangan pada awalnya dirancang sebagai alat pembuat rongga cetak pada lembaran lilin dalam pembuatan prototipe produk. Namun, setelah diteliti ternyata alat ini dapat pula difungsikan sebagai alat potong berbagai material yang relatif lunak, seperti kayu, triplek, plastik, dan akrilik. Mesin Freis Tangan ini dapat pula menggantikan fungsi dari beberapa peralatan yang telah ada saat ini, seperti gergaji triplek, bor tangan, pahat, dan gergaji, sehingga diharapkan nantinya dapat digunakan untuk membantu para pengrajin kayu dalam membuat bentuk-bentuk dari kayu. Keistimewaan alat ini adalah mudah alam pembuatan dan pengoperasian, serta potongan yang dihasilkan rapi.(http://fit.uii.ac.id)
Label:
ARTIKEL,
TEKNIK MESIN
Senin, 25 Juli 2011
PENGEMBANGAN MESIN RAPID PROTOTYPING BERBASIS FDM
PENGEMBANGAN MESIN RAPID PROTOTYPING BERBASIS FDM
(FUSED DEPOSITION MODELING) UNTUK PRODUK BERKONTUR DAN
PRISMATIK
Oleh: Gandjar Kiswanto, Ario S. B, Rendi K, Andry S, Srijanto, Hadi M
ABSTRAK
Rapid prototyping atau layered manufacturing secara singkat merupakan proses fabrikasi produk dengan layer by layer, dimana material ditambahkan ke layer berturut-turut sesuai dengan laser trajectory. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan laser trajectory proses rapid prototyping untuk produk berkontur dan prismatik dengan arah directional parallel. Pengembangan ini menggunakan parameter layer thickness dan hatch space yang menjadi variabel dari interval bidang potong pembuatan laser trajecory. Hasil penelitian awal ini berupa pengembangan mesin RapidPrototyping (RP) berbasis FDM (Fused Deposition Modeling) untuk produk berkontur dan prismatik yang dikembangkan oleh Laboratorium Teknologi Manufaktur dan Otomasi – Departemen Teknik Mesin – UI dengan nama RP-FDMui-01. Cakupan penelitian awal ini adalah pembuatan model dengan computered aided design (CAD), pembuatan program trajectory, pembuatan mesin FDM, pembuatan model sederhana. Metode FDM ini dipilih karena memberikan keleluasaan dalam pemilihan bahan dari mulai bahan lilin,plastik, keramik, komposit dan logam. Diharapkan dari penelitian ini dapat sebagai langkah awal penguasaan teknologi di bidang pembuatan prototype yan akan
bermanfaat besar terhadap banyak bidang.
Kata kunci :Rapid Prototyping, FDM
![]() |
| Konstruksi mesin RP-FDMui-01 |
Label:
ARTIKEL,
TEKNIK MESIN
PENGEMBANGAN LASER TRAJECTORY PROSES RAPID PROTOTYPING
PENGEMBANGAN LASER TRAJECTORY PROSES RAPID PROTOTYPING
UNTUK PRODUK BERKONTUR DAN PRISMATIK
Oleh: Gandjar Kiswanto, Ahmad Kholil
ABSTRAK
Rapid prototyping atau layered manufacturing secara singkat merupakan proses fabrikasi produk dengan layer by layer, dimana material ditambahkan ke layer berturut-turut sesuai dengan laser trajectory. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan laser trajectory proses rapid prototyping untuk produk berkontur dan prismatik dengan arah directional parallel. Pengembangan ini menggunakan parameter layer thickness dan hatch space yang menjadi variabel dari interval bidang potong pembuatan laser trajecory.
Hasil penelitian ini berupa algoritma pembuatan laser trajectory pada model STL berkontur dan prismatik yang dikembangkan oleh Laboratorium Teknologi Manufaktur dan Otomasi – Departemen Teknik Mesin – UI bersamaan dengan pengembangan mesin RP. Algoritma yang dikembangkan menampilkan graphic user interface (GUI) sehingga pemakai dapat menentukan model, memasukkan nilai parameter, dan kemudian mensimulasikan. Selain menghasilkan grafik, juga menghasilkan file G-Code yang disertai titik-titik koordinat penentu laser trajectory. Dari simulasi dengan beberapa model prismatik dan berkontur menghasilkan laser trajectory yang teratur sesuai dengan pola model dan file G-Code dalam format text.
Kata kunci : rapid prototyping, laser trajectory
Label:
ARTIKEL,
TEKNIK MESIN
Sabtu, 23 Juli 2011
RAPID PROTOTYPING TEKNOLOGI: APLIKASI PADA BIDANG MEDIS
RAPID PROTOTYPING TEKNOLOGI:
APLIKASI PADA BIDANG MEDIS
Oleh: Zulkifli Amin
ABSTRAK
Teknologi rapid prototyping dengan metoda lapisan memungkinkan pembuatan produk (prototype produk) secara langsung. Bentuk morphology dari produk dapat direkam dengan peralatan optik atau Computerised Tomography Scan (CT scan) dan kemudian data ini dikonversikan menjadi sebuah model komputer atau CAD. Setelah sebuah model dihasilkan, maka model dapat diolah sesuai keinginan sebelum di buat secara langsung dengan teknik manufaktur lapisan.
Teknologi RP telah banyak diaplikasikan diberbagai bidang seperti dapat ditemukan pada produk aerospace, automotive, perhiasan, peralatan rumah tangga, electrical dan elctronic serta biomedical. Makalah ini terfokus pada aplikasi RP di bidang medis yaitu bagaimana teknologi Rapid Prototyping bisa menyelamatkan hidup anda atau paling kurang bisa membuat anda bisa merasa lebih baik.
Label:
ARTIKEL,
TEKNIK MESIN
STUDI PENERAPAN TEKNIK STRUCTURE LIGHT SYSTEM PADA PEMINDAIAN BENDA TIGA DIMENSI
STUDI PENERAPAN TEKNIK STRUCTURE LIGHT SYSTEM PADA
PEMINDAIAN BENDA TIGA DIMENSI
Oleh: Irwansyah dan M. Hafidz Mubarrak
(Teknik Mesin Unsyiah)
(Teknik Mesin Unsyiah)
ABSTRAK
Salah satu metode untuk memperoleh data geometri dari suatu benda tiga dimensi (3D) yang tidak memiliki data teknis, adalah dengan melakukan rekayasa ulang atau Reverse Engineering (RE). Untuk merespon kebutuhan aplikasi rekayasa ulang maka pada makalah ini diajukan teknik pemindaian berbasis structure light system (SLS). Rancang bangun alat pemindai 3D merupakan pertimbangan utama dalam penelitian ini untuk memperoleh data geometris yang akurat. Berdasarkan hasil rancang bangun dan penelitian, alat pemindai 3D yang digunakan adalah proyektor laser dengan bentuk berkas cahaya berupa garis dan panjang gelombang cahaya 650nm. Jarak Pindai efektif antara proyektor laser dan objek adalah 55 cm – 65 cm untuk objek yang dilapisi emulsi berwarna putih. Persentase penyimpangan ukuran yang ditemukan antara model CAD 3D hasil pemindaian dengan objek aslinya adalah 9,6 % untuk jarak pindai 55cm dan 9,3 % untuk jarak pindai 65cm.
Kata Kunci : structure light system, teknologi reverse engineering, pemindai laser 3D.
Label:
ARTIKEL,
TEKNIK MESIN
Kamis, 21 Juli 2011
Rapid Prototyping/Manufacturing
Oleh: Wins Punakawan
Rapid Prototyping (RP) didefinisikan sebagai proses untuk mempercepat pengembangan produk dengan membuat prototipe langsung dari gambar/desain rancangan yang berbentuk file/model CAD (Computer Aided Design) tiga dimensi. Beberapa tahap dasar dari arti proses adalah:
- Membuat CAD model dari objek yang dirancang.
- Mengubah CAD model menjadi STL Format.
- Mengiris STL File kedalam beberapa potongan (layer).
- Membangun model secara lapis perlapis.
- Membersihkan dan penyempurnaan model.
Dalam perkembangannya, dikenal pula istilah Rapid Tooling dan Rapid Manufacturing sebagai pengembangan Rapid Prototyping, sehingga disebut juga Rapid Prototyping and Tooling (RP/T) dan Rapid Prototyping and Manufacturing (RP/M).
Rapid Tooling adalah penggunaan teknik Rapid Prototyping untuk memproduksi tooling untuk proses semacam moulding injeksi plastik. Rapid Manufacturing adalah penggunaan sistem Rapid Prototyping untuk memproduksi parts dalam jumlah tertentu
Pinsip dasar Rapid Prototyping adalah menggunakan gambar rancangan CAD tiga dimensi dalam format STL (Stereolithography) yang dikirim ke mesin Rapid Prototyping. Di mesin Rapid Prototyping , gambar tersebut diiris (slice) menjadi layer-layer dengan ketebalan tertentu sesuai spesifikasi mesin. Untuk membentuk layer-layer tersebut menjadi prototipe tiga dimensi, terdapat beberapa teknik. Beberapa teknik Rapid Prototyping yang dikenal luas, antara lain :
1. Stereolithography Apparatus (SLA)
Dalam teknik SLA , sebuah prototipe dibuat dengan cara menembakkan sinar laser ke permukaan sebuah wadah (vat) yang berisi cairan photopolymer (resin). Cairan ini akan langsung mengeras saat laser mengenai permukaannya. Setelah satu layer selesai dikerjakan, sebuah platform digerakkan turun beberapa milimeter, sebuah penyapu (recoater blade) membersihkan sisa-sisa resin di permukaan, dan layer berikutnya dikerjakan di atas layer yang telah diselesaikan, seperti terlihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Cara Kerja Stereolithography Apparatus (SLA)
Sumber: Worldwide Guide to Rapid Prototyping, 2009
2. Fused Deposition Modeling (FDM)
Seperti terlihat pada Gambar 2., cara kerja FDM menggunakan sebuah head (kepala penyemprot) yang dipanaskan digerakkan menurut sumbu x dan y untuk membentuk layer menggunakan material plastis yang disemprotkan ke atas platform. Material itu akan segera mendingin dan mengeras saat mengenai platform. Platform kemudian digerakkan turun, dan layer berikutnya segera dikerjakan. Untuk prototipe yang membutuhkan penyangga (support), maka disemprotkan material penunjang dari head di sekeliling prototipe. Material penunjang ini dapat dengan mudah dibuang setelah prototipe selesai dikerjakan.
Gambar 2. Cara Kerja Fused Deposition Modelling (FDM)
Sumber: Worldwide Guide to Rapid Prototyping, 2009
3. Three-Dimensional Printing (3DP)
Seperti terlihat pada Gambar 3., proses kerja printer tiga dimensi menggunakan sebuah printhead, seperti yang terdapat pada printer inkjet, menyemprotkan binder (perekat) ke lapisan tipis serbuk (powder) pada platform sesuai bentuk geometri layer. Platform kemudian bergerak turun, sebuah mekanisme pasokan serbuk (powder supply) meyapukan lapisan tipis serbuk di atas layer yang telah terbentuk, dan proses di atas diulangi lagi sampai layer terakhir. Serbuk yang tidak terkena binder berfungsi sebagai penunjang (support), dan setelah proses pembuatan prototipe selesai, material penunjang ini dibersihkan dan digunakan untuk proses pembuatan prototipe berikutnya.
Gambar 3. Cara Kerja Printer Tiga Dimensi (3DP)
Sumber: Worldwide Guide to Rapid Prototyping, 2009
4. Selective Laser Sintering (SLS)
Seperti terlihat pada Gambar 4., cara kerja SLS mirip dengan printer tiga dimensi, hanya pada SLS digunakan laser untuk merekatkan material serbuk pada platform.
Gambar 4. Cara Kerja Selective Laser Sintering (SLS)
Sumber: Worldwide Guide to Rapid Prototyping, 2009
5. Laminated Object Manufacture (LOM)
Seperti terlihat pada Gambar 5., cara kerja LOM menggunakan material berupa kertas khusus yang digerakkan melewati sebuah platform. Sinar laser ditembakkan menurut bentuk layer, memotong kertas pada platform. Platform akan bergerak turun dan material baru dilewatkan di atas layer yang telah terbentuk, dan proses diulangi lagi sampai semua layer selesai dikerjakan. Sebuah roller pemanas (heated roller) memanaskan layer yang telah terbentuk agar menyatu dengan layer di bawahnya.
Label:
ARTIKEL,
TEKNIK MESIN
CAD/CAM
CAD (Computer Aided Design) adalah suatu program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk. Produk yang ingin digambarkan bisa diwakili oleh garis-garis maupun simbol-simbol yang memiliki makna tertentu. CAD bisa berupa gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi.
CAD merujuk kepada penggunaan perangkat lunak untuk membantu insinyur, arsitek dan desain profesional dalam kegiatan desain mereka. Ini adalah alat utama geometri dalam Product Lifecycle Management (PLM) proses dan melibatkan perangkat lunak (Software) dan perangkat keras (hardware).
CAM (Computer Aided Manufacturing) merujuk kepada penggunaan sistem komputer untuk mengendalikan robotika dan alat selama pembuatan produk. Mengintegrasikan CAM dengan sistem CAD akan mempercepat proses manufaktur dan akan lebih efisien. Metode ini diterapkan di berbagai daerah. Dalam CNC manufaktur, sistem CAM yang digunakan untuk dimaksudkan menyederhanakan proses merancang dan machining. Dalam kebanyakan kasus sistem CAM akan bekerja dengan CAD desain yang dibuat dalam format 3D (tiga dimensi). CNC programmer yang akan menentukan operasi machining dan sistem CAM yang akan membuat program CNC. Ini kompatibilitas sistem CAD/CAM yang menyederhanakan kebutuhan untuk mendefinisikan ulang pekerjaan desain ke sistem CAM. Dengan kata lain: CAM software biasanya dilengkapi dengan mesin seperti membubut (lathe), mengefrais (milling), pemotongan dengan kawat (wirecut). Sistem CAD/CAM menawarkan keuntungan dari program peningkatan akurasi, geometris kesesuaian untuk desain parameter, kemampuan kecil untuk membuat perubahan besar dan sering ke bagian konfigurasi dan program metrik dalam sistem yang sama. CAD/CAM dapat digunakan secara luas di seluruh dunia di sekolah dan perusahaan yang desain, manufaktur dan mampu melakukan inovasi baru dan exsiting produk. (berbagai sumber)
Baca selengkapnya ..
Label:
ARTIKEL,
TEKNIK MESIN
Plastik
Plastik ialah salah satu bahan baku yang diperoleh melalui proses sintesis dari berbagai bahan mentah, yaitu : minyak bumi, gas bumi dan batu bara. Plastik juga dapat dinamakan bahan organik karena terdiri dari persenyawaan-persenyawaan karbon, kecuali plastik silikon yang mengandung silicium sebagai pengganti karbon (silicium secara kimiawi mirip dengan karbon). Plastik juga disebut sebagai bahan berstruktur makro molekuler karena bahan tersebut terdiri dari molekul-molekul yang besar (makro).
Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semisintetik yang terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri.
Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: permen karet, "shellac") sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet alami, "nitrocellulose") dan akhirnya ke molekul buatan manusia (seperti: epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene). Sehingga plastik pada saat sekarang ini banyak digunakan untuk bahan peralatan rumah tangga, dan berbagai macam peralatan kebutuhan manusia.
(berbagai sumber)
Baca selengkapnya ..
Label:
ARTIKEL,
TEKNIK MESIN
Rabu, 20 Juli 2011
PEMBUATAN PRODUK PLASTIK DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI CAD/CAM
(Oleh: Winardi, S.T.)
Produk berbahan baku plastik saat ini semakin banyak dijumpai, mulai dari peralatan rumah tangga, komponen elektronik hingga otomotif. Hal ini dikarenakan beberapa kelebihan yang dimiliki oleh plastik seperti ringan, tahan pecah dan beragam bentuk/model yang sangat menarik. Melihat peluang tersebut, industri plastik berusaha terus agar dapat menghasilkan produk dengan harga murah namun tetap berkualitas. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendapatkan harga murah yaitu dengan membuat desain produk yang sangat efektif untuk meminimalkan biaya desain produk plastik. Upaya tersebut juga diiringi dengan mempertimbangkan kemudahan plastik untuk dibentuk pada mesin injection moulding. Dalam penelitian ini dilakukan desain produk plastik dengan model yang sederhana serta desain cetakan (mould) dari produk plastik tersebut. Model dibuat sederhana dengan teknologi CAD/CAM, yaitu dengan program software SolidWorks 2007 dan Mastercam Mill 9.0. Model produk plastik dan cetakan produk plastik tersebut didesain 3D (tiga dimensi) serta simulasi animasi pembuatan cetakan. Juga dibuat prototype produk plastik dengan teknologi Rapid Prototyping. Dari hasil penelitian, didapatkan waktu desain produk plastik dan cetakan yang cepat dengan kualitas yang akurat. Dan juga didapatkan prototype produk plastik, simulasi pembuatan cetakan produk plastik, serta kode G cetakan yang digunakan pada mesin CNC.
Kata kunci: produk plastik, cetakan, desain, CAD/CAM, rapid prototype.
Baca selengkapnya ..
Label:
ARTIKEL,
TEKNIK MESIN
Langganan:
Postingan (Atom)














